Nama : Ahmad HArdiansyah
NPM : 10120045
Kelas : C3 Manajemen
Konsep
Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan Islam
Anisatul Masruroh
Anisatul.jasruroh@gmail.com
ABSTRAK
Kecerdasan emosi jika
dikaji lebih dalam dan dipelajari isinya dalam Islam sendiri sudah termaktub
dalam (QS. Az Zumara: 15), pengendalian diri (QS. Al Hadid: 23), ketekunan,
antusiame, motivasi diri (QS. Thaha: 67-68), empati kepada sesama (QS. AnNur:
2) dan kemempuan social (QS. Al Hujarat: 13). Inti yang ingin didapatkan adalah
bagaimana seseorang dapat menguasai, mengetahui dan mengontrol emosi yang
biasanya merujuk pada perilaku kedewasaan seseorang. Akna tetapi tidak bisa
dipungkiri konsep kecerdasan emosi memiliki beberapa kekurangan dalam kaitannya
dengan perkembangana adan peningkatan nilai panghambaan kepada Allah.
Kata
kunci: kecerdasan emosi, perspektif, Pendidikan islam
PENDAHULUAN
Pemahaman manusia terhadap kecerdasan emosi
memiliki muatan yang masih sempit, seorang tokoh psikologi kenamaan Goleman
telah memperlihatkan factor-faktor yang terkait mengapa orang-orang yang ber IQ
tinggi gagal dan orang yang ber IQ sedang bisa menjadi sukses, faktor-faktor
ini mengacu pada car lain untuk menjadi cerdas. Goleman berani mengatakan bahwa
IQ menyumbangkan kira-kira 20% bagi factor yang menentukan sukses dalam hidup.
Dan 80% diisi oleh kekuatan lain (Daniel Goleman,
2003:44)
Beberapa penelitian membuktikan bahwa setiap
emosi mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dna social seseorang dan emosi
manusia berkembang melalui mekanisme hidup. Disimpulkan bahwa keadaan rata-rata
anak-anak pada soal ini semakin memburuk dengan mental tak ada masalah yang
menonjol, semua indicator merayap dengan mantap kea rah yang keliru (Goleman,
2003:329)
Antara pedagogic (Ilmu Pendidikan) saling
mengembangkan dan memperkokoh proses pengembangan proses akademik nya lebih
lanjut, juga dalam proses pencapaian tujuan pembudayaan manusia melalui proses
kependidikan. Berbagai hambatan dan rintangan yang bersifat psikologi (muslim)
untuk dipelihatkan konseptor Pendidikan agar hambatan dan rintangan dapat
diatasi dengan metode pendidikan yang tepat guna atau berdaya guna (Arifin,
1993: 136).
Pendidikan Islam
merupakan bagian dari system kehidupan umat Islam dan mempunyai tujuan yang
menjadi tujuan hidup manusia menurut Islam (Langgulung, 1995: 5). Munculnya
konsep kecerdasan emosional semakin banyak dikaji dan dipelajari sebagai suatu
kajian yang terlapas dari kesamaan dan terhindarnya dari kajian yang tumpang
tindih. Kecerdasan emosional akan tumbuh berkembang dengan baik manakala
memperoleh pendidikan yang menyeluruh, oleh karena nya Pendidikan Islam juga
harus mempunyai andil dalam mengatasi permasalahan pendidikan.
Metode penelitian
Jenis penelitian menitik beratkan pada
penelitian kepustakaan dengan mengkaji teks Al-Qur’an, hadits, buku-buku dan
naskah yang bersumber dari khazanah kepustakaan yang relevan dengan
permasalahan yang diangkat dalam penelitian (Effendi, 1989: 192). Dta primer
adalah buku yang dijadikan pegangan utama berupa tafsir dan hadits, sedangkan
dat sekunder adalah buku masih dianggap relevan dengan kajian penelitian
(Arikunto, 1993: 131). Metode analisis yang digunakan adalah analisis
diskriptif, proses analisis data ini dilakukan untuk mewujudkan kontruksi
teoritis sesuai dengan masalah penlirian (Surkahmand, 1980: 93)
Pembahasan Konsep kecerdasan emosiomal
Emosi sejak lama dianggap memiliki kedalaman dan kekuatan sehingga dalam
bahasa latin emosi dijelaskan sebagai motus
anima “jiwa yang menggerakkan kita”. Emosi berlaku sebagai sumber energi,
autentitas, semangat manusia yang paling kuat dan dapat memberikan sumber
intuitif (Cooper, Sawaf, 2002: xiv). Pengertian lain adalah merupakan luapan
perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu yang singkat dan reaksi
psikologis dan fisiologis.
Peran Emotional Intelegence (EI) Terhadap
Emotional Question (EQ)
Kecerdasan Intelektual (IQ) sebagai ukuran
kemampuan intelektual, analisis, logika dan resiko seseorang. Sedangkan
kecerdasan Emosional (EQ) adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan
perasaan orang lain. Kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan mengenali perasaan
sendiri dan orang lain, sedangkan emotional
quesion mencakup kemampuan berbeda tapi saling melengkapi, dengan kecerdasan akademik yaitu
kemampuan kognitif murni ysng diukur dengan IQ.
Pendidikan Islam dan Kecerdasan Emosional
1)
Pendidikan Ialah tindakan yang dilakukan secara sadar
dengan tujuan memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi insani menuju
terbentuknya manusia seutuhnya.
2)
Pendiidkan adalah proses belajar secara bertahap dan
berkesimbangan seirama dengan perkembangan subjek didik (Marimba, 1962: 43)
Menurut baidhowi
dalam Ahmadi (1992: 15), esensi pendidikan Islam tidak hanya mencakup wawasan
ilmu akan tetapi juga terimplementasikan dalma pembengtukan moralitas, yang
penyampaiannya dilakukan secara bertahap untuk menuju kesempurnaan.(ibid,14).
Pendidikan Islam menurut Ahmadi (1987:10) dirumuskan dengan segala usaha untuk
mengembangkan fitrah manusia dan sumber daya yang sesuai dengan norma Islam,
yang terefleksikan dalam perilaku baik, dalma hubungannya dengan Tuhan, dengan
sesame, maupun dengan alam sekitarnya.
Manusia adalah
makhluk homo sosios atau makhluk social, oleh karena itu manusia harus
mengadakan interralasi dan interaksi dengan sesamanya dalam kehidupan.
Kecrdasan emosional berperan dalam membesarkan membesarkan dan mendidikan
peserta didik, tentunya Pendidikan Islam disini mempunyai kepentingan secara
kolektif bagaimana mengupayakan agar manusia dapat mewujudkan peranan
nilai-nilai ketaqwaan dan akhlak.
Implikasi Konsep Kecerdasan Emosional dalam Pendidikan
Islam
Impilkasi yang ditimbulkan memengaruhi
penyesuaian pribadi dengan social sesoranag, hal tersebut bisa berubah manakala
mapu memanage emosi yang berada pada dirinya , menambah rasa nilkmat pengalaman
sehari-hari. Dalam masyarakat modern khususnya , telah terjadi
perubahan-perubahan.
Kecerdasan emosional memberi dampak yang tidak
sedikit bagi dunia Pendidikan Islam, bahwa keterlibatan kajian agama sangat
mungkin terkait dengan kajian kecerdasan emotional. Seorang muslim dituntut
untuk dapat menguasai emosinya karena merupakan bentuk komunikasi diri dan
social. Pendidikan Islam harus mendapat perhatian agar keberhasilan dapat
tercapai
Ukuran keberhasilan Kecerdasan Emosional dalam
Pendidikan Islam
Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan
Islam
Kajian-kajian yang ditawarkan lebih cenderung
membahas bagaimana kesadaran diri ditekankan, pengaturan diri agar dapat
menangani emosi sehingga berdampak positif. Dari adanya kesadaran dan
pengaturan diri akan menumbuhakan motivasi sehingga dapat menggunakan Hasrat
yang paling dalam dan membantu mengambil inisiatif dan bertahan menghadapi
kegagalan dan frustasi.
Pembahasan kesadaran dan mengatur diri sendiri
jarang sekali dikaji dan dikaitkan dengan agama, biar bagaimanapun landasan
serta konsep telah banyak dibahas.lebih-lebih kalau keterkaitannya sengan
pendidikan Islam.
Pembahasan mengenai emosional dari antar pribadi, empati merupakan langkah
awal memahami emosi ornaglain agar dapat merasaka, menumbuhkan hubungan saling
percaya. Kajian antar pribadu yang meliputi empati ada kajian yang mungkin
disengaaja tidak disnadingkan dengan ajaran Tuhannya. Kalau dalam Islam “Hablum
Minannas” daripada menyentuh “Hablum Minalah-Nya.”
Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Obyek
Pendidikan Islam
Kesadaran emosional
yang turut menekankan pada kesadaran diri serta hidup, hal ini sangat sepadan
dengan sasaran pendidikan Islam yang teridentifikasi dari sumber ajaran
Al-Qur’an. Sisi yang kurang dibahas
adalah penekanan yang terfokus pada dimensi horizontal kehidupann manusia.
Sehingga penanganan pada aspek kesadaran pada TuhanNya kurang dan bahkan tidak
dikaitkan.
Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Tujuan
Pendidikan Islam
Konsep kecerdasan emosional dan konsep
Pendidikan Islam memiliki garis yang bersinggungan dan saling menunujang. Jadi
jelas, pendekatan kajian emosi yang diramu dalam konsep ajaran Islam turut
mrnopang keberhasilan dalam Pendidikan Islam.
Kesimpulan
Konsep kecerdasan emosional dalam pendidikan
emosional tidak dipadukan dengan konsep agama yang sebenarnya saling
memperkuat. Bekal emosi ini menuntun manusia untuk dapat mengemban dalam
kehdupan diri dan social, sehingga terjadilah eprubahan di dalam kehidupan
pribadi sebagai makhluk individu dan social (QS. Al Hujarat, 49:13).
Keterkaitan konsep dengan Pendidikan Islam terlihat jelas pada tingkatan
hubungan diri dan antar manusia, tetapi tidak dipungkiri juga bahwa konsep
kecerdasan emosional memiliki kekurnagan terhadap hal yang berkaitan dengan
Tuhan Yang Maha Esa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar