Sabtu, 23 Januari 2021

Konsep Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan Islam ( Resume )

 

 

Nama : Ahmad HArdiansyah

NPM : 10120045 

Kelas : C3 Manajemen

 

 

 

Konsep Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan Islam

Anisatul Masruroh

Anisatul.jasruroh@gmail.com

 

 

ABSTRAK

 

Kecerdasan emosi jika dikaji lebih dalam dan dipelajari isinya dalam Islam sendiri sudah termaktub dalam (QS. Az Zumara: 15), pengendalian diri (QS. Al Hadid: 23), ketekunan, antusiame, motivasi diri (QS. Thaha: 67-68), empati kepada sesama (QS. AnNur: 2) dan kemempuan social (QS. Al Hujarat: 13). Inti yang ingin didapatkan adalah bagaimana seseorang dapat menguasai, mengetahui dan mengontrol emosi yang biasanya merujuk pada perilaku kedewasaan seseorang. Akna tetapi tidak bisa dipungkiri konsep kecerdasan emosi memiliki beberapa kekurangan dalam kaitannya dengan perkembangana adan peningkatan nilai panghambaan kepada Allah. 

 

Kata kunci: kecerdasan emosi, perspektif, Pendidikan islam

 

PENDAHULUAN

 

 Pemahaman manusia terhadap kecerdasan emosi memiliki muatan yang masih sempit, seorang tokoh psikologi kenamaan Goleman telah memperlihatkan factor-faktor yang terkait mengapa orang-orang yang ber IQ tinggi gagal dan orang yang ber IQ sedang bisa menjadi sukses, faktor-faktor ini mengacu pada car lain untuk menjadi cerdas. Goleman berani mengatakan bahwa IQ menyumbangkan kira-kira 20% bagi factor yang menentukan sukses dalam hidup. Dan 80% diisi oleh kekuatan lain (Daniel Goleman,

2003:44)

 Beberapa penelitian membuktikan bahwa setiap emosi mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dna social seseorang dan emosi manusia berkembang melalui mekanisme hidup. Disimpulkan bahwa keadaan rata-rata anak-anak pada soal ini semakin memburuk dengan mental tak ada masalah yang menonjol, semua indicator merayap dengan mantap kea rah yang keliru (Goleman, 2003:329)

 Antara pedagogic (Ilmu Pendidikan) saling mengembangkan dan memperkokoh proses pengembangan proses akademik nya lebih lanjut, juga dalam proses pencapaian tujuan pembudayaan manusia melalui proses kependidikan. Berbagai hambatan dan rintangan yang bersifat psikologi (muslim) untuk dipelihatkan konseptor Pendidikan agar hambatan dan rintangan dapat diatasi dengan metode pendidikan yang tepat guna atau berdaya guna (Arifin, 1993: 136).

Pendidikan Islam merupakan bagian dari system kehidupan umat Islam dan mempunyai tujuan yang menjadi tujuan hidup manusia menurut Islam (Langgulung, 1995: 5). Munculnya konsep kecerdasan emosional semakin banyak dikaji dan dipelajari sebagai suatu kajian yang terlapas dari kesamaan dan terhindarnya dari kajian yang tumpang tindih. Kecerdasan emosional akan tumbuh berkembang dengan baik manakala memperoleh pendidikan yang menyeluruh, oleh karena nya Pendidikan Islam juga harus mempunyai andil dalam mengatasi permasalahan pendidikan.

 

Metode penelitian

 Jenis penelitian menitik beratkan pada penelitian kepustakaan dengan mengkaji teks Al-Qur’an, hadits, buku-buku dan naskah yang bersumber dari khazanah kepustakaan yang relevan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian (Effendi, 1989: 192). Dta primer adalah buku yang dijadikan pegangan utama berupa tafsir dan hadits, sedangkan dat sekunder adalah buku masih dianggap relevan dengan kajian penelitian (Arikunto, 1993: 131). Metode analisis yang digunakan adalah analisis diskriptif, proses analisis data ini dilakukan untuk mewujudkan kontruksi teoritis sesuai dengan masalah penlirian (Surkahmand, 1980: 93)

 

Pembahasan Konsep kecerdasan emosiomal 

  Emosi sejak lama dianggap memiliki kedalaman dan kekuatan sehingga dalam bahasa latin emosi dijelaskan sebagai motus anima “jiwa yang menggerakkan kita”. Emosi berlaku sebagai sumber energi, autentitas, semangat manusia yang paling kuat dan dapat memberikan sumber intuitif (Cooper, Sawaf, 2002: xiv). Pengertian lain adalah merupakan luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu yang singkat dan reaksi psikologis dan fisiologis. 

Peran Emotional Intelegence (EI) Terhadap Emotional Question (EQ)

 Kecerdasan Intelektual (IQ) sebagai ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika dan resiko seseorang. Sedangkan kecerdasan Emosional (EQ) adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain. Kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan mengenali perasaan sendiri dan orang lain, sedangkan emotional quesion mencakup kemampuan berbeda tapi saling melengkapi, dengan kecerdasan akademik yaitu kemampuan kognitif murni ysng diukur dengan IQ. 

             

Pendidikan Islam dan Kecerdasan Emosional 

1)      Pendidikan Ialah tindakan yang dilakukan secara sadar dengan tujuan memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi insani menuju terbentuknya manusia seutuhnya. 

2)      Pendiidkan adalah proses belajar secara bertahap dan berkesimbangan seirama dengan perkembangan subjek didik (Marimba, 1962: 43)

Menurut baidhowi dalam Ahmadi (1992: 15), esensi pendidikan Islam tidak hanya mencakup wawasan ilmu akan tetapi juga terimplementasikan dalma pembengtukan moralitas, yang penyampaiannya dilakukan secara bertahap untuk menuju kesempurnaan.(ibid,14). Pendidikan Islam menurut Ahmadi (1987:10) dirumuskan dengan segala usaha untuk mengembangkan fitrah manusia dan sumber daya yang sesuai dengan norma Islam, yang terefleksikan dalam perilaku baik, dalma hubungannya dengan Tuhan, dengan sesame, maupun dengan alam sekitarnya. 

Manusia adalah makhluk homo sosios atau makhluk social, oleh karena itu manusia harus mengadakan interralasi dan interaksi dengan sesamanya dalam kehidupan. Kecrdasan emosional berperan dalam membesarkan membesarkan dan mendidikan peserta didik, tentunya Pendidikan Islam disini mempunyai kepentingan secara kolektif bagaimana mengupayakan agar manusia dapat mewujudkan peranan nilai-nilai ketaqwaan dan akhlak.

 

Implikasi Konsep Kecerdasan Emosional dalam Pendidikan Islam 

 Impilkasi yang ditimbulkan memengaruhi penyesuaian pribadi dengan social sesoranag, hal tersebut bisa berubah manakala mapu memanage emosi yang berada pada dirinya , menambah rasa nilkmat pengalaman sehari-hari. Dalam masyarakat modern khususnya , telah terjadi perubahan-perubahan. 

 Kecerdasan emosional memberi dampak yang tidak sedikit bagi dunia Pendidikan Islam, bahwa keterlibatan kajian agama sangat mungkin terkait dengan kajian kecerdasan emotional. Seorang muslim dituntut untuk dapat menguasai emosinya karena merupakan bentuk komunikasi diri dan social. Pendidikan Islam harus mendapat perhatian agar keberhasilan dapat tercapai

Ukuran keberhasilan Kecerdasan Emosional dalam Pendidikan Islam

Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan Islam

 Kajian-kajian yang ditawarkan lebih cenderung membahas bagaimana kesadaran diri ditekankan, pengaturan diri agar dapat menangani emosi sehingga berdampak positif. Dari adanya kesadaran dan pengaturan diri akan menumbuhakan motivasi sehingga dapat menggunakan Hasrat yang paling dalam dan membantu mengambil inisiatif dan bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi.

 Pembahasan kesadaran dan mengatur diri sendiri jarang sekali dikaji dan dikaitkan dengan agama, biar bagaimanapun landasan serta konsep telah banyak dibahas.lebih-lebih kalau keterkaitannya sengan pendidikan Islam.

 Pembahasan mengenai emosional dari antar pribadi, empati merupakan langkah awal memahami emosi ornaglain agar dapat merasaka, menumbuhkan hubungan saling percaya. Kajian antar pribadu yang meliputi empati ada kajian yang mungkin disengaaja tidak disnadingkan dengan ajaran Tuhannya. Kalau dalam Islam “Hablum Minannas” daripada menyentuh “Hablum Minalah-Nya.”

Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Obyek Pendidikan Islam

 Kesadaran emosional yang turut menekankan pada kesadaran diri serta hidup, hal ini sangat sepadan dengan sasaran pendidikan Islam yang teridentifikasi dari sumber ajaran

Al-Qur’an. Sisi yang kurang dibahas adalah penekanan yang terfokus pada dimensi horizontal kehidupann manusia. Sehingga penanganan pada aspek kesadaran pada TuhanNya kurang dan bahkan tidak dikaitkan.

Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Tujuan Pendidikan Islam

 Konsep kecerdasan emosional dan konsep Pendidikan Islam memiliki garis yang bersinggungan dan saling menunujang. Jadi jelas, pendekatan kajian emosi yang diramu dalam konsep ajaran Islam turut mrnopang keberhasilan dalam Pendidikan Islam.

 

Kesimpulan 

 Konsep kecerdasan emosional dalam pendidikan emosional tidak dipadukan dengan konsep agama yang sebenarnya saling memperkuat. Bekal emosi ini menuntun manusia untuk dapat mengemban dalam kehdupan diri dan social, sehingga terjadilah eprubahan di dalam kehidupan pribadi sebagai makhluk individu dan social (QS. Al Hujarat, 49:13). Keterkaitan konsep dengan Pendidikan Islam terlihat jelas pada tingkatan hubungan diri dan antar manusia, tetapi tidak dipungkiri juga bahwa konsep kecerdasan emosional memiliki kekurnagan terhadap hal yang berkaitan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar