Download file : https://drive.google.com/file/d/1TPHlPuCF6nEHRZcK5NNI1aED_tnCUz5e/view?usp=sharing
Nama : Ahmad Hardiansyah
Kelas : C3 Manajemen
NPM : 10120045
Download file : https://drive.google.com/file/d/1TPHlPuCF6nEHRZcK5NNI1aED_tnCUz5e/view?usp=sharing
Nama : Ahmad Hardiansyah
Kelas : C3 Manajemen
NPM : 10120045
SPORT
Hello, my name is Ahmad Hardiansyah, since young I love cycling, I own a mountain bike. I bought it with my own money. I bought it with money I had saved up long enough. I'm very proud to be able to buy it with my own money.
When I was in middle school, I used to bike to go to school. And on Sundays I like to ride my bike around with my friends so much, it's so much fun, when I was 15 I went on a trip to stadium GBLA and Gedung Sate Bandung with my friends. I left home from morning till night at that time. Because I got caught by a flood in the road, and I flattened my bike, so I had to find a patch first.
In addition to marching to bandung, I made my way to the mountains many days, and on fridays when I finished my prayer I always rode up to the mountains. Although riding to the mountains is quite tired from the uphill, it is very pleasant because I get to see a beautiful, cool view, and when I get back home I don't have to worry about weaving even though it's going downhill. One day I fell off a bike and hit a tree because of the steep path and the bicycle brakes didn't work so well, but even then I never learned to ride again, and I still ride a bike.
Name : Ahmad Hardiansyah
Class : C3 Management
NPM : 10120045
|
Nama |
: Ahmad hardiansyah |
|
NPM |
: 10120045 |
|
Kelas |
: C3 Manajemen |
|
Tugas |
:
Tugas UAS mata kuliah Teknologi Komunikasi ( Resume Webinar
Teknologi Komunikasi yang berjudul OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL) |
( Oleh: SRI KUSWAYATI, S.SI. M.KOM)
1. MEDIA
SOSIAL
Media Sosial adalah
media online di mana pengguna bisa melakukan interaksi, menciptakan isi dan
berbagi.
2. BLOG
VS WEB
Weblog atau Blog
adalah jurnal online yang berisi informasi
berupa opini, pengalaman atau aktivitas pemilik blog.
Website berisi
sejumlah laman online yang dapat dikelola oleh individu, perusahaan, dan
instansi.
3. OPTIMALISASI
BLOG
Upaya yang dilakukan oleh pemilik agar
blog yang dimilikinya tidak saja memberi manfaat bagi pribadi namun juga
dirasakan oleh pembaca blog.
4. CONTENT
IS KING
CONTENT
IS KING atau konten adalah raja menjadi bagian yang sangat penting saat
kita akan melakukan optimalisasi blog.
Bagaimana cara menciptakan
konten yang baik?
a. Buat
bank ide;
b. Pilih
satu ide yang paling dikuasai;
c. Baca
sedikitnya 5 konten sejenis;
d. Buat
kerangka konten;
e. Buat
konten tanpa jeda dengan batasan waktu yang ditentukan
f. Baca
ulang;
g. Upload.
5. KOMUNITAS
BLOGGER MAHASISWA STIE STEMBI
Agar
konsisten dan tercipta traffic atau kunjungan ke blog yang kita miliki maka,
buatlah komunitas blogger dikalangan mahasiswa.
Pemilik
blog saling melakukan kujungan atau blog walking selain itu lakukan share link
blog di berbagai media sosial.
Konten
blog dapat diperuntukkan untuk membantu sosialisasi dan promosi serta reportase
kegiatan kampus.
( Oleh: ADI SAPUTRA, SH.,M.Pd.) Kenapa harus online?
• BPS
mencatat data jumlah penduduk di Indonesia hingga September 2020 sebanyak 270,2
juta jiwa;
•
APJII Jumlah pengguna internet di Indonesia
hingga kuartal II/2020 mencapai 196,7 juta atau 73,7 persen dari populasi.
Menurut Hootsuite (situs
layanan manajemen konten yang menyediakan layanan media daring yang terhubung
dengan berbagai situs jejaring sosial) Jumlah Pengguna Sosmed di Indonesia sbb
:
Ø Pengguna
Youtube di Indonesia sebanyak 88% dari jumlah populasi;
Ø Pengguna
Whatsapp di Indonesia sebanyak 84% dari jumlah populasi;
Ø Pengguna
Facebook di Indonesia sebanyak 82% dari jumlah populasi;
Ø Pengguna
Instagram di Indonesia sebanyak 79% dari jumlah populasi.
1. Untuk
Penentuan Keyword;
2. Untuk
Pemilihan nama Akun, Toko, Web, dll;
3. Untuk
melihat sejauhmana kekuatan dan Pesaing;
4. Untuk
mengetahui trends lokasi pencari produk/keyword;
5. Menentukan
Grup, dll.
• Buka
Google.co.id → Ketik dimesin Pencari Google Trends
• Kemudian
Pilik : Google Trends (paling atas)
Langkah :
1.
Masukkan Kata kunci (Misal ; mukena);
2.
Pilih Bahasa Indonesia;
3.
Pilih 12 Bulan terakhir.
Urgensi :
1. Mengetahui
dari daerah/lokasi/kota mana sajakah yang mencari produk kita;
2.
Memudahkan untuk mengarahkan pemasangan iklan
dan cari teman, dll.
1.
Membuat flyer/brosur
2.
Membuat katalog produk
3.
Membuat video promosi
4.
Membuat konten testimony
1. KONTEN
UPLOAD
o Media
promosi sudah dibuat menarik o Deskripsi produk yang jelas o Senantiasa mencantumkan link no kontak
2. JADWAL
UPLOAD :
o Pagi
pkl. 08.00 – 09.00 o Siang pkl. 12.00 – 13.00 o Sore pkl. 15.00 – 16.00 o Malam
pkl. 18.30 – 20.00
3. EVALUASI
HASIL UPLOAD
o Selalu
mengecek hasil upload pada berbagai media yang disebar o Fast
respon jika ada yang bertanya atau order o Jika ada yang keberatan dengan bentuk
promosi, lakukan inovasi bentuk promosinya
1. Dalam
satu Pekan usahakan Admin melalukan iklan berbayar/Ads pada media promosi yang
dianggap paling epektif (FB/IG/Google Ads/Marketplace)
2. Jadwal
Iklan Ads yang baik antara Senin/Rabu/Kamis
1. Facebook
o Dalam
Satu Hari Ajukan Pertemanan 30-50 o Jadwal Mengajukan Pertemanan 08.00 –
11.00 o Terima/add
Pengajuan Akun lain yang mengajukan pertemanan, lihat dulu keaslian akun nya,
akun palsu tolak
o
Masuk pada berbagai Grup yang relevan o Like
Halaman yang memiliki banyak Follower/Like
2. INSTAGRAM
o
Dalam satu Hari Follow 20-30 o Jadwal
Follow Pkl. 08.00 – 11.00
o Jadwal
Unfollow Setiap Harinya Pkl. 05.00 – 07.00 o Follow Akun yang relevan dan Follower
yang banyak diatas 3 ribu o Pada Akun yang memiliki Banyak Follower Sering melakukan Like
dan
Komen o Cantumkan Hastag pada Caption, yang relevan. o Kisaran
10-20 Hastag o Pencarian Hastag Bantu dengan : deskgram.com
3. WA
BISNIS o Membuat
Konten BC yang membuat Viral dan orang menghubungi kita o Bergabung
dengan berbagai grup yang relevan, kemudia aktif komen dan sering mengapresiasi
suatu Postingan
o
Menggunakan WA Sender untuk meng Creat Sebanyak
Mungkin No kontak WA di internet
o
Jadwal Share BC adalah 2x dalam Satu Minggu
(Baiknya setiap hari Senin dan Kamis) Pkl. 08.00 – 10.00
o
Membuat Katalog Produk Menampilkan foto produk
yang menarik serta melengkapi semua Profil secara baik
4. YOUTUBE
o
Buat Channel YouTube Khusus untuk Kepentingan
yang dimaksud o Jadwal Upload yang Konsisten o Monetisasi channel YouTube
Pilih account information yang terletak di
kanan atas layar dan pilih creator studio. Setelah itu, pilih channel yang ada
di menu sebelah kiri dan pilih status and features. Pilih enable monetisation
o Gunakan
fitur AdSense/Coba Pasang Iklan di YouTube o Manfaatkan YouTube Analytics o Buat
video yang ramah untuk penonton o Pilih beberapa format video, Seperti :
•
Voice over,
•
Video yang menggunakan list (contohnya seperti
„10 Lukisan
Termahal‟),
•
Video tutorial,
•
Video unboxing
•
Video ilustrasi, dll o Bekerjasama
dengan Influencer o Pahami CPM dan RPM
CPM adalah Cost per Mille yang menjabarkan
bagaimana rumus untuk mendapatkan keuntungan dari YouTube. Dengan menggunakan
mata uang dolar, CPM memberikan $1 per 1000 views dan akan berlaku sesuai
kelipatan juga.
o
RPM adalah Revenue per Thousand Impressions yang
digunakan YouTube untuk mengambil potongan sebesar 45% dari total pendapatan
iklan yang didapatkan dari channel YouTube yang dimiliki.
v Klik
Like Video > Ambil link Youtubenya Copy
v Buka
Google > Ketik Search Console > Paste Link tadi > Klik bukan
Robot > Kirim Permintaan
v Buka
link useme.org > Paste link tadi > Pilih Top v 20
> Enter > Klik Submit
TIDAK
ADA KEBERHASILAN TANPA
“KONSISTENSI”
Kelas : C3 Manajemen
NPM : 10120045
THAQOTUL INSAN
(POTENSI MANUSIA)
1. Potensi Manusia
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; daya; dan manusia menurut KBBI adalah makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain) dapat disimpulkan potensi manusia adalah suatu hal yang memungkinkan seseorang dapat mengembangkan kekuatan, kesanggupan, dan daya.
Sedangkan menurut Myles Munroe potensi adalah kekuatan terpendam yang belum dimanfaatkan, bakat tersembunyi atau keberhasilan yang belum diraih padahal sejatinya kita mempunyai kekuatan untuk mencapai keberhasilan tersebut.
Menurut pandangan islam potensi manusia adalah suatu anugerah yang Allah berikan karena Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sangat sempurna dengan kemampuan Maka dari itulah Allah membekali manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Potensi itu meliputi: potensi jasmani (fisik), ruhani (spiritual), dan akal (mind). Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. Semua itu tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya.
1.1. Potensi Pendengaran
Arti pendengaran secara baahasa Pendengaran adalah kemampuan untuk mengenali suara. Dalam manusia dan binatang bertulang belakang, hal ini dilakukan terutama oleh sistem pendengaran yang terdiri dari telinga, saraf-saraf, dan otak.
Sedangkan pendengaran menurut pandangan perspektif islam adalah mendengarkan ajaran-ajaran agama Allah yang disampaikan kepadanya oleh rasul-rasul Allah. Diberi-Nya manusia hati, akal dan pikiran untuk memikirkan, merenungkan, menimbang dan membedakan mana yang baik bagimu dan mana yang tidak baik, mana yang bermanfaat dan mana pula yang tidak bermanfaat. Sebenarnya dengan anugerah-Nya itu manusia dapat mencapai semua yang baik bagi dirinya sebagai makhluk Allah.
1.2. Potensi Penglihatan
Penglihatan adalah kemampuan untuk mengenali cahaya dan menafsirkannya, salah satu dari indra. Alat tubuh yang digunakan untuk melihat adalah mata. Potensi penglihatan manusia itu sangat besar mata manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk membedakan berbagai macam objek sehingga lahir penafsiaran dari hal yang mata lihat.Allah memberikan penglihatan sebagai anugerah, Dianugerahi-Nya pula manusia mata yang dengannya ia dapat melihat, memandang dan memperhatikan kejadian alam semesta ini.
1.3. Potensi Hati
Hati menurut sains merupakan sebuah kelenjar yang "terbesar" di dalam tubuh manusia, ini terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi.
Sedangkan menurut al-Ghazali dan al-Muhasibi, hati adalah raja yang mengawal semua kegiatan yang berlaku pada roh, nafsu dan akal. Hati juga yang mengarahkan kelima-lima panca indera manusia sama ada untuk melakukan kebaikan atau keburukan (Abu Dardaa et al. 2014).
2. Al-Mas’uliyyah (Tanggung Jawab)
Tanggung jawab adalah kesadaran diri manusia terhadap semua tingkah laku dan perbuatan yang disengaja atau pun tidak di sengaja. Tanggung jawab juga harus berasalah dari dalam hati dan kemauan diri sendiri atas kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan.
2.1. Al-Amanah (Sikap Amanah)
Sikap amanah merupakan sesuatu yang dipercayakan untuk dijaga, dilindungi, dan dilaksanakan. Dalam perspektif islam amanah di tunjukan dengan prilaku Rasulullah SAW pada zaman kaum Quraisy yakni dapat di percaya dan menjalankan semua aspek kehidupan baik dalam berdagagang dan pada hal sosial lain. Mereka yang memilih sikap amanah, di dunia ini akan dianugerahi kehormatan al-khilafah (kepemimpinan).
2.2. Al-Khianat
Bagi manusia yang memilih sikap khianat, maka Allah Ta’ala akan mengazab dan menghinakannya, na’udzubillahi min dzalik. Mereka yang tidak mau menggunakan potensi dirinya untuk beribadah, diumpakan oleh Allah Ta’ala dengan berbagai perumpamaan yang hina:
2.2.1. Kal an’am (bagaikan binatang ternak).
2.2.2. Kal kalbi (bagaikan anjing).
2.2.3. Kal qirdi (seperti monyet dan kal khinzir (seperti babi).
2.2.4. Kal khasabi (seperti kayu).
2.2.5. Kal hijarah (seperti batu).
2.2.6. Kal himar (seperti keledai).
2.2.7. Kal ‘ankabut (seperti laba-laba).
Oleh karena itu, at-thaqah (potensi), as-sam’u (pendengaran), al-basharu (penglihatan), dan al-fuadu (hati) yang telah dianugerahkan Allah Ta’ala kepada kita harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh untuk menjalankan amanah, sehingga Allah Ta’ala akan memuliakan kita di dunia dan akhirat.
Wallahu a’lam.
NAFSUL INSAN
(NAFSU MANUSIA)
Nafsul Insan mempunyai dua kata yaitu nafsu dan Insan. Nafsu berarti sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia, sedangkan insan berarti manusia atau diri sendiri. Secara bahasa kata nafsu berasal dari bahasa Arab, Nafsun (kata mufrod) jam’anya, anfus atau Nufusun dapat diartikan roh, atau nyawa, dari seseorang, darah niat, orang dan kehendak atau keinginan (kecenderungan, dorongan) hati yang kuat. Sedangan secara istilah nafsu, adalah lathifah sesuatu yang lembut pada diri sesorang yang menimbulkan keinginan seseorang atau dorongan-dorongan hati yang kuat untuk memuaskan kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan rohani maupun jasmani. Misalnya keinginan minum, makan, disanjung dihargai dan sebagainya. Karena itu sering disebut dengan hawa nafsu.
Definisi Jiwa
Jiwa atau Jiva berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya "benih kehidupan". Dalam berbagai agama dan filsafat, jiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang. Biasanya jiwa dipercaya mencakup pikiran dan kepribadian dan sinonim dengan roh, akal, atau awak diri (Wikipedia).
Dari beberapa definisi di atas dapat di simpulkan bahwa Nafs ( jiwa ) dalam pandangan Islam adalah diri manusia itu sendiri, nyawa ( roh ) yang menyebabkan adanya kehidupan, sifat yang mendorong manusia untuk melakukan suatu perbuatan, dan perasaan pada diri manusia (kompasiana.com).
Kata Nafs (النفس )dalam Alqur’an memiliki beberapa arti, yaitu sebagai berikut.
1. Jiwa atau sesuatu yang memiliki eksistensi dan hakikat. Dalam pengertian ini, Nafs terdiri atas tubuh dan ruh.
2. Nyawa yang menyebabkan adanya kehidupan. Apabila nyawa ini hilang, maka kematian akan dialami.
3. Suatu sifat pada manusia yang memiliki kecenderungan kepada kebaikan dan juga kejahatan.
4. Sifat pada diri manusia yang berupa perasaan dan indra yang ditinggalkannya ketika ia tertidur.
Kemulyaan seorang hamba itu dapat dilihat dari cara dia mengendalikan nafsunya, tingkatan nafsu manusia terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu:
1. Nafsul Mutmainnah
Nafsul Muthmainnah adalah jiwa yang telah mendapat ketenangan; telah sanggup untuk menerima cahaya kebenaran sang Ilahi Juga jiwa yang telah mampu menolak menikmati kemewahan dunia dan tidak bisa dipengaruhi olehhal tersebut. Nafsu ini memuat pemiliknya merasa berpuas diri dalam pengabdiannya kepada Tuhan. Dia juga akan selalu berbuat amal saleh (kebajikan kepada sesama makhluk).
Nafsu Mutmainnah dapat diartikan sebagai nafsu yang disinari cahaya, sehingga dapat mengosongkan hati dari sikap tercela dan terhiasi dengan sifat terpuji. Nafsu ini dapat menciptakan ketenangan jiwa bagi seseorang. Orang yang berada di tingkatan ini adalah orang yang sedang menuju ke taman Ilahi. Dapat ditemukan sifat-sifat yang terpuji dalam nafsu mutmainnah seperti dermawan, tawakal, ibadah, syukur, ridho, dan takut kepada Tuhan.
Dalam agama Islam, hal ini telah disebutkan dalam AlQur'an surat Al-Fajr ayat 27-28 sebagaimana berbunyi: Hai jiwa yang tenang, kembalilah kamu kepada Tuhanmu dengan ridho dan diridhoi. Nafsu ini dimiliki oleh orang yang beriman pada tingkatan khusus (khawas) atau orang-orang yang telah dekat dengan Tuhan.
1.Jiwa yang ar-ruh (qalbu, azam, dan akal)-nya mampu mengendalikan al-hawa syahwat (Nafsul Muth mainnah), kecenderungan, khayalan, dan keinginan)-nya. Maka, jiwa yang seperti ini kecenderungannya adalah ad-dzikr.
2. jiwa yang ar-ruh (qalbu, azam, dan akal)-nya tarik menarik dengan al-hawa (syahwat, kecenderungan, khayalan, dan keinginan)-nya. Jenis jiwa yang seperti ini kecenderungannya masih terpengaruhi ar-ra’yu (rasio). Sedangkan ar-ra’yu seringkali pijakannya adalah dzhan (sangkaan). Inilah yang membuat jiwa berada dalam keadaan ragu memilih (iman atau kafir, taat atau maksiat, baik atau buruk).
3. jiwa yang ar-ruh (qalbu, azam, dan akal)-nya dikendalikan oleh al-hawa (syahwat, kecenderungan, khayalan, dan keinginan)-nya. Maka, jiwa yang seperti ini kecenderungannya adalah kepada asy-syahwat semata.
SHIFATUL INSAN
(SIFAT-SIFAT MANUSIA)
Manusia adalah makhluk hidup yang terbentuk dari banyak sifat yang membentuknya, secara umum sifat manusia terbagi dalam 2 kelompok besar yaitu sifat kebaikan dan sifat keburukan. Kedua sifat ini selalu menyertai manusia dalam kehidupan manusia yang akan membawa manusia kedalam kebenaran ataupun kesesatan, kebahagiaan atau kesedihan. Sifat manusia sangat ditentukan oleh intensitas dan efektivitas usahanya dalam melakukan tadzkiyatun nafs. Mengapa? Karena tidak dapat dipungkiri bahwa manusia diciptakan dengan membawa dua potensi yang berseberangan. Allah telah mengilhamkan ke dalam jiwanya yaitu fujur /dosa dan ketakwaan. Dalam dua jalan tersebut tentunya tidak terlepas dari jalan kebaikan dan keburukan yang pastinya akan berakhir pada kesuksesan atau kerugian, semoga dari sifat sifat yang timbul selalu berorientasi kepada penyucian jiwa Oleh karena itu manusia ditutut untuk bisa mensucikan jiwanya karena dengan kesucian jiwanya manusia akan mencapai kepada kesuksesan dunia dan akhirat.
1. Jiwa Manusia Diberi Dua Jalan
1.1 Jalan benar (takwa): Membersihkan jiwa
a. Definisis takwa (membersihkan jiwa )
Menurut Ibnu Qayyim berkata, “Hakikat takwa adalah menaati Allah atas dasar iman dan ihtisab, baik terhadap perkara yang diperintahkan atau pun perkara yang dilarang. Oleh karena itu, seseorang melakukan perintah itu karena imannya, yang diperintahkan-Nya disertai dengan pembenaran terhadap janji-jani-Nya. Dengan imannya itu pula, ia meninggalkan yang dilarang Allah dan takut terhadap ancaman-Nya.
Berikut ini merupakansifat sifat manusia yang dikelompokan kedalam kelompok orang orang yang menyucikan jiwa.
1.1.1. Banyak Bersyukur (syakur).
Bersyukur adalah suatu perbuatan yang bertujuan untuk berterima kasih atas segala limpahan nikmat yang telah Allah SWT berikan.Hal ini tiada lain karena kita menyadari bahwa seluruh kenikmatan yang dirasakan selama ini adalah berasal dari Allah Ta’ala.
1.1.2. Bersabar (Shabur).
Sebelumnya sudah disebutkan bahwa ada dua sikap yang tidak bisa lepas dari kehidupan seorang mu’min, yaitu syukur dan sabar.
1.1.3. Berhati Lembut (Awwah).
Dalam berbagai riwayat lain yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim disebutkan bahwa al-awwah artinya: sangat lembut hatinya lagi banyak berdoa, penyayang, mempunyai keyakinan, orang yang beriman lagi banyak bertaubat, orang yang suka bertasbih (shalat), orang yang memelihara diri, yakni seseorang yang berbuat dosa secara sembunyi-sembunyi, lalu ia bertobat dari dosanya itu dengan sembunyi-sembunyi pula.
1.1.4. Kasih Sayang (Rahiimun)
Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
1.1.5. Suka taubat (Awwab)
Manusia adalah makhluk yang lemah. Mereka -tanpa kecuali-seringkali berbuat khilaf dan salah. Namun di dalam ajaran Islam, orang yang baik itu bukanlah orang yang tidak pernah berbuat khilaf dan salah; akan tetapi menurut Islam orang yang baik itu adalah orang yang jika terlanjur berbuat salah ia segera bertaubat kepada Allah Ta’ala.
1.1.7. Selalu bersikap Jujur ( Shadiqun)
1.1.8. Terpercaya (Aminun )
Yakni dapat diandalkan karena jujur dan tidak suka berbuat curang atau menipu. Sifat ini adalah sifat para rasul.
1.1.9. Akan memperoleh keberuntungan
Orang-orang yang senantiasa mensucikan jiwanya maka allah akan memberikan keberuntungan yang sangat besar karena dirinya telah berbuat kebaikan dan senantiasa menjauhi sesuatu yang dilarangnya.
2.1. Jalan Salah (Fujur): Mengotori Jiwa
a. Definisi fujur (mengotori jiwa )
Menurut kamus besar bahasa indonesia Fujur memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga fujur dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda yang dibendakan.
2.1.1. Memperturutkan sifat Tergesa-Gesa (‘Ajulan).
Di dalam Al-Qur’anul Karim wa Tafsiruhu disebutkan bahwa yang dimaksud manusia itu mempunyai sifat tergesa-gesa yaitu apabila ia menginginkan sesuatu sesuai dengan kehendak hatinya, maka tertutuplah pikirannya untuk menilai apa yang diinginkannya itu, apakah bermanfaat bagi dirinya, ataukah merugikan.
2.1.2. Berkeluh kesah
Manusia suka berkeluh kesah ketika mendapatkan musibah seperti kemiskinan, sakit, hilangnya sesuatu yang dicintai baik harta, istri maupun anak dan tidak menyikapinya dengan sikap sabar dan ridha kepada taqdir Allah.
2.1.3 Tidak Mau Berbuat Baik (Kikir)
Manakala manusia selalu terpaut hatinya kepada dunia dimana orientasi hidupnya adalah kesenangan materi, maka pastilah mereka akan selalu berlomba-lomba mengejar perbendaharaan dunia untuk berbangga diri dan bermegah-megahan.
2.1.4. Kufur
Kufur artinya mengingkari atau menduakan allah.
2.1.5 Pendebat
2.1.6. Pembantah
2.1.7. Zalim
2.1.7. Jahil
Dari sifat sifat tersebut dapat diarik kesimpulan bahwa sesuatu yang sifatnya baik maka nantinya akan membawa manusia kedalam sebuah kesuksesan atau keberhasikan menjadi seorang hamba dimuka bumi. ini tetapi jikalau manusia memiliki jalan yang buruk maka konsekuensinya manusia tersebut akan mengalami kerugian yang sagat besar karena telah mengotori jiwa yang seharusnya disucikan.
Konsep
Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan Islam
Anisatul Masruroh
Anisatul.jasruroh@gmail.com
Kecerdasan emosi jika
dikaji lebih dalam dan dipelajari isinya dalam Islam sendiri sudah termaktub
dalam (QS. Az Zumara: 15), pengendalian diri (QS. Al Hadid: 23), ketekunan,
antusiame, motivasi diri (QS. Thaha: 67-68), empati kepada sesama (QS. AnNur:
2) dan kemempuan social (QS. Al Hujarat: 13). Inti yang ingin didapatkan adalah
bagaimana seseorang dapat menguasai, mengetahui dan mengontrol emosi yang
biasanya merujuk pada perilaku kedewasaan seseorang. Akna tetapi tidak bisa
dipungkiri konsep kecerdasan emosi memiliki beberapa kekurangan dalam kaitannya
dengan perkembangana adan peningkatan nilai panghambaan kepada Allah.
Kata
kunci: kecerdasan emosi, perspektif, Pendidikan islam
Pemahaman manusia terhadap kecerdasan emosi
memiliki muatan yang masih sempit, seorang tokoh psikologi kenamaan Goleman
telah memperlihatkan factor-faktor yang terkait mengapa orang-orang yang ber IQ
tinggi gagal dan orang yang ber IQ sedang bisa menjadi sukses, faktor-faktor
ini mengacu pada car lain untuk menjadi cerdas. Goleman berani mengatakan bahwa
IQ menyumbangkan kira-kira 20% bagi factor yang menentukan sukses dalam hidup.
Dan 80% diisi oleh kekuatan lain (Daniel Goleman,
2003:44)
Beberapa penelitian membuktikan bahwa setiap
emosi mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dna social seseorang dan emosi
manusia berkembang melalui mekanisme hidup. Disimpulkan bahwa keadaan rata-rata
anak-anak pada soal ini semakin memburuk dengan mental tak ada masalah yang
menonjol, semua indicator merayap dengan mantap kea rah yang keliru (Goleman,
2003:329)
Antara pedagogic (Ilmu Pendidikan) saling
mengembangkan dan memperkokoh proses pengembangan proses akademik nya lebih
lanjut, juga dalam proses pencapaian tujuan pembudayaan manusia melalui proses
kependidikan. Berbagai hambatan dan rintangan yang bersifat psikologi (muslim)
untuk dipelihatkan konseptor Pendidikan agar hambatan dan rintangan dapat
diatasi dengan metode pendidikan yang tepat guna atau berdaya guna (Arifin,
1993: 136).
Pendidikan Islam
merupakan bagian dari system kehidupan umat Islam dan mempunyai tujuan yang
menjadi tujuan hidup manusia menurut Islam (Langgulung, 1995: 5). Munculnya
konsep kecerdasan emosional semakin banyak dikaji dan dipelajari sebagai suatu
kajian yang terlapas dari kesamaan dan terhindarnya dari kajian yang tumpang
tindih. Kecerdasan emosional akan tumbuh berkembang dengan baik manakala
memperoleh pendidikan yang menyeluruh, oleh karena nya Pendidikan Islam juga
harus mempunyai andil dalam mengatasi permasalahan pendidikan.
Jenis penelitian menitik beratkan pada
penelitian kepustakaan dengan mengkaji teks Al-Qur’an, hadits, buku-buku dan
naskah yang bersumber dari khazanah kepustakaan yang relevan dengan
permasalahan yang diangkat dalam penelitian (Effendi, 1989: 192). Dta primer
adalah buku yang dijadikan pegangan utama berupa tafsir dan hadits, sedangkan
dat sekunder adalah buku masih dianggap relevan dengan kajian penelitian
(Arikunto, 1993: 131). Metode analisis yang digunakan adalah analisis
diskriptif, proses analisis data ini dilakukan untuk mewujudkan kontruksi
teoritis sesuai dengan masalah penlirian (Surkahmand, 1980: 93)
Emosi sejak lama dianggap memiliki kedalaman dan kekuatan sehingga dalam
bahasa latin emosi dijelaskan sebagai motus
anima “jiwa yang menggerakkan kita”. Emosi berlaku sebagai sumber energi,
autentitas, semangat manusia yang paling kuat dan dapat memberikan sumber
intuitif (Cooper, Sawaf, 2002: xiv). Pengertian lain adalah merupakan luapan
perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu yang singkat dan reaksi
psikologis dan fisiologis.
Kecerdasan Intelektual (IQ) sebagai ukuran
kemampuan intelektual, analisis, logika dan resiko seseorang. Sedangkan
kecerdasan Emosional (EQ) adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan
perasaan orang lain. Kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan mengenali perasaan
sendiri dan orang lain, sedangkan emotional
quesion mencakup kemampuan berbeda tapi saling melengkapi, dengan kecerdasan akademik yaitu
kemampuan kognitif murni ysng diukur dengan IQ.
1)
Pendidikan Ialah tindakan yang dilakukan secara sadar
dengan tujuan memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi insani menuju
terbentuknya manusia seutuhnya.
2)
Pendiidkan adalah proses belajar secara bertahap dan
berkesimbangan seirama dengan perkembangan subjek didik (Marimba, 1962: 43)
Menurut baidhowi
dalam Ahmadi (1992: 15), esensi pendidikan Islam tidak hanya mencakup wawasan
ilmu akan tetapi juga terimplementasikan dalma pembengtukan moralitas, yang
penyampaiannya dilakukan secara bertahap untuk menuju kesempurnaan.(ibid,14).
Pendidikan Islam menurut Ahmadi (1987:10) dirumuskan dengan segala usaha untuk
mengembangkan fitrah manusia dan sumber daya yang sesuai dengan norma Islam,
yang terefleksikan dalam perilaku baik, dalma hubungannya dengan Tuhan, dengan
sesame, maupun dengan alam sekitarnya.
Manusia adalah
makhluk homo sosios atau makhluk social, oleh karena itu manusia harus
mengadakan interralasi dan interaksi dengan sesamanya dalam kehidupan.
Kecrdasan emosional berperan dalam membesarkan membesarkan dan mendidikan
peserta didik, tentunya Pendidikan Islam disini mempunyai kepentingan secara
kolektif bagaimana mengupayakan agar manusia dapat mewujudkan peranan
nilai-nilai ketaqwaan dan akhlak.
Impilkasi yang ditimbulkan memengaruhi
penyesuaian pribadi dengan social sesoranag, hal tersebut bisa berubah manakala
mapu memanage emosi yang berada pada dirinya , menambah rasa nilkmat pengalaman
sehari-hari. Dalam masyarakat modern khususnya , telah terjadi
perubahan-perubahan.
Kecerdasan emosional memberi dampak yang tidak
sedikit bagi dunia Pendidikan Islam, bahwa keterlibatan kajian agama sangat
mungkin terkait dengan kajian kecerdasan emotional. Seorang muslim dituntut
untuk dapat menguasai emosinya karena merupakan bentuk komunikasi diri dan
social. Pendidikan Islam harus mendapat perhatian agar keberhasilan dapat
tercapai
Kajian-kajian yang ditawarkan lebih cenderung
membahas bagaimana kesadaran diri ditekankan, pengaturan diri agar dapat
menangani emosi sehingga berdampak positif. Dari adanya kesadaran dan
pengaturan diri akan menumbuhakan motivasi sehingga dapat menggunakan Hasrat
yang paling dalam dan membantu mengambil inisiatif dan bertahan menghadapi
kegagalan dan frustasi.
Pembahasan kesadaran dan mengatur diri sendiri
jarang sekali dikaji dan dikaitkan dengan agama, biar bagaimanapun landasan
serta konsep telah banyak dibahas.lebih-lebih kalau keterkaitannya sengan
pendidikan Islam.
Pembahasan mengenai emosional dari antar pribadi, empati merupakan langkah
awal memahami emosi ornaglain agar dapat merasaka, menumbuhkan hubungan saling
percaya. Kajian antar pribadu yang meliputi empati ada kajian yang mungkin
disengaaja tidak disnadingkan dengan ajaran Tuhannya. Kalau dalam Islam “Hablum
Minannas” daripada menyentuh “Hablum Minalah-Nya.”
Kesadaran emosional
yang turut menekankan pada kesadaran diri serta hidup, hal ini sangat sepadan
dengan sasaran pendidikan Islam yang teridentifikasi dari sumber ajaran
Al-Qur’an. Sisi yang kurang dibahas
adalah penekanan yang terfokus pada dimensi horizontal kehidupann manusia.
Sehingga penanganan pada aspek kesadaran pada TuhanNya kurang dan bahkan tidak
dikaitkan.
Konsep kecerdasan emosional dan konsep
Pendidikan Islam memiliki garis yang bersinggungan dan saling menunujang. Jadi
jelas, pendekatan kajian emosi yang diramu dalam konsep ajaran Islam turut
mrnopang keberhasilan dalam Pendidikan Islam.
Konsep kecerdasan emosional dalam pendidikan
emosional tidak dipadukan dengan konsep agama yang sebenarnya saling
memperkuat. Bekal emosi ini menuntun manusia untuk dapat mengemban dalam
kehdupan diri dan social, sehingga terjadilah eprubahan di dalam kehidupan
pribadi sebagai makhluk individu dan social (QS. Al Hujarat, 49:13).
Keterkaitan konsep dengan Pendidikan Islam terlihat jelas pada tingkatan
hubungan diri dan antar manusia, tetapi tidak dipungkiri juga bahwa konsep
kecerdasan emosional memiliki kekurnagan terhadap hal yang berkaitan dengan
Tuhan Yang Maha Esa.