Minggu, 24 Januari 2021

RESUME MATERI WEBINAR TEKNOLOGI KOMUNIKASI

 

 

Nama 

: Ahmad hardiansyah

NPM 

: 10120045

Kelas 

: C3 Manajemen

Tugas

 

 

: Tugas UAS mata kuliah Teknologi Komunikasi                      

( Resume Webinar Teknologi Komunikasi yang berjudul

OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL)

OPTIMALISASI BLOG

( Oleh: SRI KUSWAYATI, S.SI. M.KOM)

 

1.      MEDIA SOSIAL

Media Sosial adalah media online di mana pengguna bisa melakukan interaksi, menciptakan isi dan berbagi. 

2.      BLOG VS WEB

Weblog atau Blog adalah jurnal online yang berisi  informasi berupa opini, pengalaman atau aktivitas pemilik blog. 

Website berisi sejumlah laman online yang dapat dikelola oleh individu, perusahaan, dan instansi. 

3.      OPTIMALISASI BLOG

Upaya yang dilakukan oleh pemilik agar blog yang dimilikinya tidak saja memberi manfaat bagi pribadi namun juga dirasakan oleh pembaca blog. 

4.      CONTENT IS KING

CONTENT IS KING atau konten adalah raja menjadi bagian yang sangat penting saat kita akan melakukan optimalisasi blog.

Bagaimana cara menciptakan konten yang baik?

a.       Buat bank ide;

b.      Pilih satu ide yang paling dikuasai;

c.       Baca sedikitnya 5 konten sejenis;

d.      Buat kerangka konten;

e.       Buat konten tanpa jeda dengan batasan waktu yang ditentukan

f.       Baca ulang;

g.      Upload.

5.      KOMUNITAS BLOGGER MAHASISWA STIE STEMBI

Agar konsisten dan tercipta traffic atau kunjungan ke blog yang kita miliki maka, buatlah komunitas blogger dikalangan mahasiswa.

Pemilik blog saling melakukan kujungan atau blog walking selain itu lakukan share link blog di berbagai media sosial. 

Konten blog dapat diperuntukkan untuk membantu sosialisasi dan promosi serta reportase kegiatan kampus.

 

       

INNOVATION OPTIMASI SOSMED MARKETING

( Oleh: ADI SAPUTRA, SH.,M.Pd.) Kenapa harus online?

DATA

      BPS mencatat data jumlah penduduk di Indonesia hingga September 2020 sebanyak 270,2 juta jiwa;

      APJII Jumlah pengguna internet di Indonesia hingga kuartal II/2020 mencapai 196,7 juta atau 73,7 persen dari populasi.

Menurut Hootsuite (situs layanan manajemen konten yang menyediakan layanan media daring yang terhubung dengan berbagai situs jejaring sosial) Jumlah Pengguna Sosmed di Indonesia sbb :

Ø  Pengguna Youtube di Indonesia sebanyak 88% dari jumlah populasi;

Ø  Pengguna Whatsapp di Indonesia sebanyak 84% dari jumlah populasi;

Ø  Pengguna Facebook di Indonesia sebanyak 82% dari jumlah populasi;

Ø  Pengguna Instagram di Indonesia sebanyak 79% dari jumlah populasi.

ATM DUNIA ONLINE 

LANGKAH STRATEGIS RISET PRODUK & RISET PASAR

 

1.  Untuk Penentuan Keyword;

2.  Untuk Pemilihan nama Akun, Toko, Web, dll;

3.  Untuk melihat sejauhmana kekuatan dan Pesaing;

4.  Untuk mengetahui trends lokasi pencari produk/keyword;

5.  Menentukan Grup, dll.

 

RISET MENGGUNAKAN GOOGLE TRENDS

      Buka Google.co.id → Ketik dimesin Pencari Google Trends

      Kemudian Pilik : Google Trends (paling atas)

 

Langkah :

1.      Masukkan Kata kunci (Misal ; mukena);

2.      Pilih Bahasa Indonesia;

3.      Pilih 12 Bulan terakhir.

 

Urgensi :

1.      Mengetahui dari daerah/lokasi/kota mana sajakah yang mencari produk kita;

2.      Memudahkan untuk mengarahkan pemasangan iklan dan cari teman, dll.

 

 

STRATEGI MARKETING TERTARGET

MENYIAPKAN KONTEN PROMOSI

 

1.      Membuat flyer/brosur

2.      Membuat katalog produk

3.      Membuat video promosi

4.      Membuat konten testimony

 

UPLOAD PADA BERBAGAI MEDIA PROMOSI (FB, IG, WA BISNIS, YOUTUBE, WEB, MARKET PLACE DLL)

1.      KONTEN UPLOAD

o   Media promosi sudah dibuat menarik o Deskripsi produk yang jelas o Senantiasa mencantumkan link no kontak

2.      JADWAL UPLOAD :

o   Pagi pkl. 08.00 – 09.00 o Siang pkl. 12.00 – 13.00 o Sore pkl. 15.00 – 16.00 o Malam pkl. 18.30 – 20.00

 

3.      EVALUASI HASIL UPLOAD

o   Selalu mengecek hasil upload pada berbagai media yang disebar o Fast respon jika ada yang bertanya atau order o Jika ada yang keberatan dengan bentuk promosi, lakukan inovasi bentuk promosinya

 

IKLAN BERBAYAR / ADS

1.      Dalam satu Pekan usahakan Admin melalukan iklan berbayar/Ads pada media promosi yang dianggap paling epektif (FB/IG/Google Ads/Marketplace)

2.      Jadwal Iklan Ads yang baik antara Senin/Rabu/Kamis

 

MENAMBAH PERTEMANAN/FOLLOWER & OPTIMASI

1.      Facebook o Dalam Satu Hari Ajukan Pertemanan 30-50 o Jadwal Mengajukan Pertemanan 08.00 – 11.00 o Terima/add Pengajuan Akun lain yang mengajukan pertemanan, lihat dulu keaslian akun nya, akun palsu tolak

o   Masuk pada berbagai Grup yang relevan o Like Halaman yang memiliki banyak Follower/Like

 

2.      INSTAGRAM

o   Dalam satu Hari Follow 20-30 o Jadwal Follow Pkl. 08.00 – 11.00

o   Jadwal Unfollow Setiap Harinya Pkl. 05.00 – 07.00 o Follow Akun yang relevan dan Follower yang banyak diatas 3 ribu o Pada Akun yang memiliki Banyak Follower Sering melakukan Like dan

Komen o Cantumkan Hastag pada Caption, yang relevan. o Kisaran 10-20 Hastag o Pencarian Hastag Bantu dengan : deskgram.com

 

3.      WA BISNIS o Membuat Konten BC yang membuat Viral dan orang menghubungi kita o Bergabung dengan berbagai grup yang relevan, kemudia aktif komen dan sering mengapresiasi suatu Postingan

o   Menggunakan WA Sender untuk meng Creat Sebanyak Mungkin No kontak WA di internet

o   Jadwal Share BC adalah 2x dalam Satu Minggu (Baiknya setiap hari Senin dan Kamis) Pkl. 08.00 – 10.00 

o   Membuat Katalog Produk Menampilkan foto produk yang menarik serta melengkapi semua Profil secara baik

 

4.      YOUTUBE

o   Buat Channel YouTube Khusus untuk Kepentingan yang dimaksud o Jadwal Upload yang Konsisten o Monetisasi channel YouTube

Pilih account information yang terletak di kanan atas layar dan pilih creator studio. Setelah itu, pilih channel yang ada di menu sebelah kiri dan pilih status and features. Pilih enable monetisation

o   Gunakan fitur AdSense/Coba Pasang Iklan di YouTube o Manfaatkan YouTube Analytics o Buat video yang ramah untuk penonton o Pilih beberapa format video, Seperti :

         Voice over,

         Video yang menggunakan list (contohnya seperti „10 Lukisan

Termahal‟),

         Video tutorial,

         Video unboxing

         Video ilustrasi, dll o Bekerjasama dengan Influencer o Pahami CPM dan RPM

CPM adalah Cost per Mille yang menjabarkan bagaimana rumus untuk mendapatkan keuntungan dari YouTube. Dengan menggunakan mata uang dolar, CPM memberikan $1 per 1000 views dan akan berlaku sesuai kelipatan juga.

o   RPM adalah Revenue per Thousand Impressions yang digunakan YouTube untuk mengambil potongan sebesar 45% dari total pendapatan iklan yang didapatkan dari channel YouTube yang dimiliki.

 

TIPS MENAIKAN SEO YOUTUBE

v  Klik Like Video > Ambil link Youtubenya Copy

v  Buka Google > Ketik Search Console > Paste Link tadi > Klik bukan

Robot > Kirim Permintaan

v  Buka link useme.org > Paste link tadi > Pilih Top v 20 > Enter > Klik Submit

 

 

 

 

 

 

 

TIDAK ADA KEBERHASILAN TANPA

 “KONSISTENSI”

Sabtu, 23 Januari 2021

Tugas 11 SOP Perekrutan Karyawan Baru


 


Tugas Pertemuan ke-10 Pengantar Manajemen



 


Tugas UTS Teknologi Komunikasi , Kesan dan Pesan Kuliah di era Pandemi Covid 19


 Nama : Ahmad Hardiansyah

Kelas : C3 Manajemen 

NPM : 10120045

Tugas Pengganti UTS


 

Tugas Kuliah Pertemuan ke-7 Artikel Ilmiah Popouler


 

Tugas 14 Motivasi Kewirausahaan Produk Inovasi


 


Tugas 6 Matematika Bisnis

 

Link Jawaban

Tugas 5 Matematika Bisnis


 Jawaban : 



Tugas 4 Matematika Bisnis


 Link Jawaban

Tugas 3 Matematika Bisnis


 Link Jawaban

My Favorite Stuff


 

QUIZ Lesson 5


 

Tes Formatif 10

 Soal : 


JAWABAN : Link Jawaban Soal










Tes Formatif 8




 

Link Jawaban

Tes Formatif 7

 Soal :

Link Jawaban Soal

THAQOTUL INSAN (POTENSI MANUSIA)


Link Vidio Pembahasan

THAQOTUL INSAN

(POTENSI MANUSIA) 

1. Potensi Manusia 

     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; daya; dan manusia menurut KBBI adalah makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain) dapat disimpulkan potensi manusia adalah suatu hal yang memungkinkan seseorang dapat mengembangkan kekuatan, kesanggupan, dan daya.

     Sedangkan menurut Myles Munroe potensi adalah kekuatan terpendam yang belum dimanfaatkan, bakat tersembunyi atau keberhasilan yang belum diraih padahal sejatinya kita mempunyai kekuatan untuk mencapai keberhasilan tersebut.

    Menurut pandangan islam potensi manusia adalah suatu anugerah yang Allah berikan karena Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sangat sempurna dengan kemampuan Maka dari itulah Allah membekali manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Potensi itu meliputi: potensi jasmani (fisik), ruhani (spiritual), dan akal (mind). Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. Semua itu tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya.

1.1. Potensi Pendengaran 

     Arti pendengaran secara baahasa Pendengaran adalah kemampuan untuk mengenali suara. Dalam manusia dan binatang bertulang belakang, hal ini dilakukan terutama oleh sistem pendengaran yang terdiri dari telinga, saraf-saraf, dan otak.

     Sedangkan pendengaran menurut pandangan perspektif islam adalah mendengarkan ajaran-ajaran agama Allah yang disampaikan kepadanya oleh rasul-rasul Allah. Diberi-Nya manusia hati, akal dan pikiran untuk memikirkan, merenungkan, menimbang dan membedakan mana yang baik bagimu dan mana yang tidak baik, mana yang bermanfaat dan mana pula yang tidak bermanfaat. Sebenarnya dengan anugerah-Nya itu manusia dapat mencapai semua yang baik bagi dirinya sebagai makhluk Allah.

1.2. Potensi Penglihatan 

     Penglihatan adalah kemampuan untuk mengenali cahaya dan menafsirkannya, salah satu dari indra. Alat tubuh yang digunakan untuk melihat adalah mata. Potensi penglihatan manusia itu sangat besar mata manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk membedakan berbagai macam objek sehingga lahir penafsiaran dari hal yang mata lihat.Allah memberikan penglihatan sebagai anugerah, Dianugerahi-Nya pula manusia mata yang dengannya ia dapat melihat, memandang dan memperhatikan kejadian alam semesta ini.

1.3. Potensi Hati

     Hati menurut sains merupakan sebuah kelenjar yang "terbesar" di dalam tubuh manusia, ini terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi.

    Sedangkan menurut al-Ghazali dan al-Muhasibi, hati adalah raja yang mengawal semua kegiatan yang berlaku pada roh, nafsu dan akal. Hati juga yang mengarahkan kelima-lima panca indera manusia sama ada untuk melakukan kebaikan atau keburukan (Abu Dardaa et al. 2014).

2. Al-Mas’uliyyah (Tanggung Jawab)

      Tanggung jawab adalah kesadaran diri manusia terhadap semua tingkah laku dan perbuatan yang disengaja atau pun tidak di sengaja. Tanggung jawab juga harus berasalah dari dalam hati dan kemauan diri sendiri atas kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan.

2.1. Al-Amanah (Sikap Amanah)

     Sikap amanah merupakan sesuatu yang dipercayakan untuk dijaga, dilindungi, dan dilaksanakan. Dalam perspektif islam amanah di tunjukan dengan prilaku Rasulullah SAW pada zaman kaum Quraisy yakni dapat di percaya dan menjalankan semua aspek kehidupan baik dalam berdagagang dan pada hal sosial lain. Mereka yang memilih sikap amanah, di dunia ini akan dianugerahi kehormatan al-khilafah (kepemimpinan).

2.2. Al-Khianat

    Bagi manusia yang memilih sikap khianat, maka Allah Ta’ala akan mengazab dan menghinakannya, na’udzubillahi min dzalik. Mereka yang tidak mau menggunakan potensi dirinya untuk beribadah, diumpakan oleh Allah Ta’ala dengan berbagai perumpamaan yang hina:

2.2.1. Kal an’am (bagaikan binatang ternak).

2.2.2. Kal kalbi (bagaikan anjing).

2.2.3. Kal qirdi (seperti monyet dan kal khinzir (seperti babi).

2.2.4. Kal khasabi (seperti kayu).

2.2.5. Kal hijarah (seperti batu).

2.2.6. Kal himar (seperti keledai).

2.2.7. Kal ‘ankabut (seperti laba-laba).

      Oleh karena itu, at-thaqah (potensi), as-sam’u (pendengaran), al-basharu (penglihatan), dan al-fuadu (hati) yang telah dianugerahkan Allah Ta’ala kepada kita harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh untuk menjalankan amanah, sehingga Allah Ta’ala akan memuliakan kita di dunia dan akhirat.


Wallahu a’lam.

NAFSUL INSAN (NAFSU MANUSIA)


Link Vidio Pembahasan

NAFSUL INSAN

(NAFSU MANUSIA) 


        Nafsul Insan mempunyai dua kata yaitu nafsu dan Insan. Nafsu berarti sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia, sedangkan insan berarti manusia atau diri sendiri. Secara bahasa kata nafsu berasal dari bahasa Arab, Nafsun (kata mufrod) jam’anya, anfus atau Nufusun dapat diartikan roh, atau nyawa, dari seseorang, darah niat, orang dan kehendak atau keinginan (kecenderungan, dorongan) hati yang kuat. Sedangan secara istilah nafsu, adalah lathifah sesuatu yang lembut pada diri sesorang yang menimbulkan keinginan seseorang atau dorongan-dorongan hati yang kuat untuk memuaskan kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan rohani maupun jasmani. Misalnya keinginan minum, makan, disanjung dihargai dan sebagainya. Karena itu sering disebut dengan hawa nafsu.


Definisi Jiwa 


   Jiwa atau Jiva berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya "benih kehidupan". Dalam berbagai agama dan filsafat, jiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang. Biasanya jiwa dipercaya mencakup pikiran dan kepribadian dan sinonim dengan roh, akal, atau awak diri (Wikipedia). 


   Dari beberapa definisi di atas dapat di simpulkan bahwa Nafs ( jiwa ) dalam pandangan Islam adalah diri manusia itu sendiri, nyawa ( roh ) yang menyebabkan adanya kehidupan, sifat yang mendorong manusia untuk melakukan suatu perbuatan, dan perasaan pada diri manusia (kompasiana.com).


   Kata Nafs (النفس )dalam Alqur’an memiliki beberapa arti, yaitu sebagai berikut.


1. Jiwa atau sesuatu yang memiliki eksistensi dan hakikat. Dalam pengertian ini, Nafs terdiri atas tubuh dan ruh.


2. Nyawa yang menyebabkan adanya kehidupan. Apabila nyawa ini hilang, maka kematian akan dialami.


3. Suatu sifat pada manusia yang memiliki kecenderungan kepada kebaikan dan juga kejahatan.


4. Sifat pada diri manusia yang berupa perasaan dan indra yang ditinggalkannya ketika ia tertidur.


    Kemulyaan seorang hamba itu dapat dilihat dari cara dia mengendalikan nafsunya, tingkatan nafsu manusia terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu:


1. Nafsul Mutmainnah 


     Nafsul Muthmainnah adalah jiwa yang telah mendapat ketenangan; telah sanggup untuk menerima cahaya kebenaran sang Ilahi Juga jiwa yang telah mampu menolak menikmati kemewahan dunia dan tidak bisa dipengaruhi olehhal tersebut. Nafsu ini memuat pemiliknya merasa berpuas diri dalam pengabdiannya kepada Tuhan. Dia juga akan selalu berbuat amal saleh (kebajikan kepada sesama makhluk). 


   Nafsu Mutmainnah dapat diartikan sebagai nafsu yang disinari cahaya, sehingga dapat mengosongkan hati dari sikap tercela dan terhiasi dengan sifat terpuji. Nafsu ini dapat menciptakan ketenangan jiwa bagi seseorang. Orang yang berada di tingkatan ini adalah orang yang sedang menuju ke taman Ilahi. Dapat ditemukan sifat-sifat yang terpuji dalam nafsu mutmainnah seperti dermawan, tawakal, ibadah, syukur, ridho, dan takut kepada Tuhan. 


    



    Dalam agama Islam, hal ini telah disebutkan dalam AlQur'an surat Al-Fajr ayat 27-28 sebagaimana berbunyi: Hai jiwa yang tenang, kembalilah kamu kepada Tuhanmu dengan ridho dan diridhoi. Nafsu ini dimiliki oleh orang yang beriman pada tingkatan khusus (khawas) atau orang-orang yang telah dekat dengan Tuhan.


1.Jiwa yang ar-ruh (qalbu, azam, dan akal)-nya mampu mengendalikan al-hawa syahwat (Nafsul Muth mainnah), kecenderungan, khayalan, dan keinginan)-nya. Maka, jiwa yang seperti ini kecenderungannya adalah ad-dzikr.


2. jiwa yang ar-ruh (qalbu, azam, dan akal)-nya tarik menarik dengan al-hawa (syahwat, kecenderungan, khayalan, dan keinginan)-nya. Jenis jiwa yang seperti ini kecenderungannya masih terpengaruhi ar-ra’yu (rasio). Sedangkan ar-ra’yu seringkali pijakannya adalah dzhan (sangkaan). Inilah yang membuat jiwa berada dalam keadaan ragu memilih (iman atau kafir, taat atau maksiat, baik atau buruk).


3. jiwa yang ar-ruh (qalbu, azam, dan akal)-nya dikendalikan oleh al-hawa (syahwat, kecenderungan, khayalan, dan keinginan)-nya. Maka, jiwa yang seperti ini kecenderungannya adalah kepada asy-syahwat semata.


SHIFATUL INSAN (SIFAT MANUSIA)




Link Vidio Pembahasan

 SHIFATUL INSAN


(SIFAT-SIFAT MANUSIA)


  Manusia adalah makhluk hidup yang terbentuk dari banyak sifat yang membentuknya, secara umum sifat manusia terbagi dalam 2 kelompok besar yaitu sifat kebaikan dan sifat keburukan. Kedua sifat ini selalu menyertai manusia dalam kehidupan manusia yang akan membawa manusia kedalam kebenaran ataupun kesesatan, kebahagiaan atau kesedihan. Sifat manusia sangat ditentukan oleh intensitas dan efektivitas usahanya dalam melakukan tadzkiyatun nafs. Mengapa? Karena tidak dapat dipungkiri bahwa manusia diciptakan dengan membawa dua potensi yang berseberangan. Allah telah mengilhamkan ke dalam jiwanya yaitu fujur /dosa dan ketakwaan. Dalam dua jalan tersebut tentunya tidak terlepas dari jalan kebaikan dan keburukan yang pastinya akan berakhir pada kesuksesan atau kerugian, semoga dari sifat sifat yang timbul selalu berorientasi kepada penyucian jiwa Oleh karena itu manusia ditutut untuk bisa mensucikan jiwanya karena dengan kesucian jiwanya manusia akan mencapai kepada kesuksesan dunia dan akhirat.

1. Jiwa Manusia Diberi Dua Jalan

1.1 Jalan benar (takwa): Membersihkan jiwa

a. Definisis takwa (membersihkan jiwa )

   Menurut Ibnu Qayyim berkata, “Hakikat takwa adalah menaati Allah atas dasar iman dan ihtisab, baik terhadap perkara yang diperintahkan atau pun perkara yang dilarang. Oleh karena itu, seseorang melakukan perintah itu karena imannya, yang diperintahkan-Nya disertai dengan pembenaran terhadap janji-jani-Nya. Dengan imannya itu pula, ia meninggalkan yang dilarang Allah dan takut terhadap ancaman-Nya.

Berikut ini merupakansifat sifat manusia yang dikelompokan kedalam kelompok orang orang yang menyucikan jiwa.

1.1.1. Banyak Bersyukur (syakur).

   Bersyukur adalah suatu perbuatan yang bertujuan untuk berterima kasih atas segala limpahan nikmat yang telah Allah SWT berikan.Hal ini tiada lain karena kita menyadari bahwa seluruh kenikmatan yang dirasakan selama ini adalah berasal dari Allah Ta’ala.

1.1.2. Bersabar (Shabur).

    Sebelumnya sudah disebutkan bahwa ada dua sikap yang tidak bisa lepas dari kehidupan seorang mu’min, yaitu syukur dan sabar.

1.1.3. Berhati Lembut (Awwah).

     Dalam berbagai riwayat lain yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim disebutkan bahwa al-awwah artinya: sangat lembut hatinya lagi banyak berdoa, penyayang, mempunyai keyakinan, orang yang beriman lagi banyak bertaubat, orang yang suka bertasbih (shalat), orang yang memelihara diri, yakni seseorang yang berbuat dosa secara sembunyi-sembunyi, lalu ia bertobat dari dosanya itu dengan sembunyi-sembunyi pula.

1.1.4. Kasih Sayang (Rahiimun)

    Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

1.1.5. Suka taubat (Awwab)

  Manusia adalah makhluk yang lemah. Mereka -tanpa kecuali-seringkali berbuat khilaf dan salah. Namun di dalam ajaran Islam, orang yang baik itu bukanlah orang yang tidak pernah berbuat khilaf dan salah; akan tetapi menurut Islam orang yang baik itu adalah orang yang jika terlanjur berbuat salah ia segera bertaubat kepada Allah Ta’ala.

1.1.7. Selalu bersikap Jujur ( Shadiqun)

1.1.8. Terpercaya (Aminun )

   Yakni dapat diandalkan karena jujur dan tidak suka berbuat curang atau menipu. Sifat ini adalah sifat para rasul.

1.1.9. Akan memperoleh keberuntungan 

    Orang-orang yang senantiasa mensucikan jiwanya maka allah akan memberikan keberuntungan yang sangat besar karena dirinya telah berbuat kebaikan dan senantiasa menjauhi sesuatu yang dilarangnya.

2.1. Jalan Salah (Fujur): Mengotori Jiwa 

a. Definisi fujur (mengotori jiwa )

   Menurut kamus besar bahasa indonesia Fujur memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga fujur dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda yang dibendakan.

2.1.1. Memperturutkan sifat Tergesa-Gesa (‘Ajulan).

    Di dalam Al-Qur’anul Karim wa Tafsiruhu disebutkan bahwa yang dimaksud manusia itu mempunyai sifat tergesa-gesa yaitu apabila ia menginginkan sesuatu sesuai dengan kehendak hatinya, maka tertutuplah pikirannya untuk menilai apa yang diinginkannya itu, apakah bermanfaat bagi dirinya, ataukah merugikan.

2.1.2. Berkeluh kesah

  Manusia suka berkeluh kesah ketika mendapatkan musibah seperti kemiskinan, sakit, hilangnya sesuatu yang dicintai baik harta, istri maupun anak dan tidak menyikapinya dengan sikap sabar dan ridha kepada taqdir Allah.

2.1.3 Tidak Mau Berbuat Baik (Kikir)

   Manakala manusia selalu terpaut hatinya kepada dunia dimana orientasi hidupnya adalah kesenangan materi, maka pastilah mereka akan selalu berlomba-lomba mengejar perbendaharaan dunia untuk berbangga diri dan bermegah-megahan.

2.1.4. Kufur

    Kufur artinya mengingkari atau menduakan allah.

2.1.5 Pendebat

2.1.6. Pembantah

2.1.7. Zalim

2.1.7. Jahil

    Dari sifat sifat tersebut dapat diarik kesimpulan bahwa sesuatu yang sifatnya baik maka nantinya akan membawa manusia kedalam sebuah kesuksesan atau keberhasikan menjadi seorang hamba dimuka bumi. ini tetapi jikalau manusia memiliki jalan yang buruk maka konsekuensinya manusia tersebut akan mengalami kerugian yang sagat besar karena telah mengotori jiwa yang seharusnya disucikan.

Konsep Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan Islam ( Resume )

 

 

Nama : Ahmad HArdiansyah

NPM : 10120045 

Kelas : C3 Manajemen

 

 

 

Konsep Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan Islam

Anisatul Masruroh

Anisatul.jasruroh@gmail.com

 

 

ABSTRAK

 

Kecerdasan emosi jika dikaji lebih dalam dan dipelajari isinya dalam Islam sendiri sudah termaktub dalam (QS. Az Zumara: 15), pengendalian diri (QS. Al Hadid: 23), ketekunan, antusiame, motivasi diri (QS. Thaha: 67-68), empati kepada sesama (QS. AnNur: 2) dan kemempuan social (QS. Al Hujarat: 13). Inti yang ingin didapatkan adalah bagaimana seseorang dapat menguasai, mengetahui dan mengontrol emosi yang biasanya merujuk pada perilaku kedewasaan seseorang. Akna tetapi tidak bisa dipungkiri konsep kecerdasan emosi memiliki beberapa kekurangan dalam kaitannya dengan perkembangana adan peningkatan nilai panghambaan kepada Allah. 

 

Kata kunci: kecerdasan emosi, perspektif, Pendidikan islam

 

PENDAHULUAN

 

 Pemahaman manusia terhadap kecerdasan emosi memiliki muatan yang masih sempit, seorang tokoh psikologi kenamaan Goleman telah memperlihatkan factor-faktor yang terkait mengapa orang-orang yang ber IQ tinggi gagal dan orang yang ber IQ sedang bisa menjadi sukses, faktor-faktor ini mengacu pada car lain untuk menjadi cerdas. Goleman berani mengatakan bahwa IQ menyumbangkan kira-kira 20% bagi factor yang menentukan sukses dalam hidup. Dan 80% diisi oleh kekuatan lain (Daniel Goleman,

2003:44)

 Beberapa penelitian membuktikan bahwa setiap emosi mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dna social seseorang dan emosi manusia berkembang melalui mekanisme hidup. Disimpulkan bahwa keadaan rata-rata anak-anak pada soal ini semakin memburuk dengan mental tak ada masalah yang menonjol, semua indicator merayap dengan mantap kea rah yang keliru (Goleman, 2003:329)

 Antara pedagogic (Ilmu Pendidikan) saling mengembangkan dan memperkokoh proses pengembangan proses akademik nya lebih lanjut, juga dalam proses pencapaian tujuan pembudayaan manusia melalui proses kependidikan. Berbagai hambatan dan rintangan yang bersifat psikologi (muslim) untuk dipelihatkan konseptor Pendidikan agar hambatan dan rintangan dapat diatasi dengan metode pendidikan yang tepat guna atau berdaya guna (Arifin, 1993: 136).

Pendidikan Islam merupakan bagian dari system kehidupan umat Islam dan mempunyai tujuan yang menjadi tujuan hidup manusia menurut Islam (Langgulung, 1995: 5). Munculnya konsep kecerdasan emosional semakin banyak dikaji dan dipelajari sebagai suatu kajian yang terlapas dari kesamaan dan terhindarnya dari kajian yang tumpang tindih. Kecerdasan emosional akan tumbuh berkembang dengan baik manakala memperoleh pendidikan yang menyeluruh, oleh karena nya Pendidikan Islam juga harus mempunyai andil dalam mengatasi permasalahan pendidikan.

 

Metode penelitian

 Jenis penelitian menitik beratkan pada penelitian kepustakaan dengan mengkaji teks Al-Qur’an, hadits, buku-buku dan naskah yang bersumber dari khazanah kepustakaan yang relevan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian (Effendi, 1989: 192). Dta primer adalah buku yang dijadikan pegangan utama berupa tafsir dan hadits, sedangkan dat sekunder adalah buku masih dianggap relevan dengan kajian penelitian (Arikunto, 1993: 131). Metode analisis yang digunakan adalah analisis diskriptif, proses analisis data ini dilakukan untuk mewujudkan kontruksi teoritis sesuai dengan masalah penlirian (Surkahmand, 1980: 93)

 

Pembahasan Konsep kecerdasan emosiomal 

  Emosi sejak lama dianggap memiliki kedalaman dan kekuatan sehingga dalam bahasa latin emosi dijelaskan sebagai motus anima “jiwa yang menggerakkan kita”. Emosi berlaku sebagai sumber energi, autentitas, semangat manusia yang paling kuat dan dapat memberikan sumber intuitif (Cooper, Sawaf, 2002: xiv). Pengertian lain adalah merupakan luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu yang singkat dan reaksi psikologis dan fisiologis. 

Peran Emotional Intelegence (EI) Terhadap Emotional Question (EQ)

 Kecerdasan Intelektual (IQ) sebagai ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika dan resiko seseorang. Sedangkan kecerdasan Emosional (EQ) adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain. Kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan mengenali perasaan sendiri dan orang lain, sedangkan emotional quesion mencakup kemampuan berbeda tapi saling melengkapi, dengan kecerdasan akademik yaitu kemampuan kognitif murni ysng diukur dengan IQ. 

             

Pendidikan Islam dan Kecerdasan Emosional 

1)      Pendidikan Ialah tindakan yang dilakukan secara sadar dengan tujuan memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi insani menuju terbentuknya manusia seutuhnya. 

2)      Pendiidkan adalah proses belajar secara bertahap dan berkesimbangan seirama dengan perkembangan subjek didik (Marimba, 1962: 43)

Menurut baidhowi dalam Ahmadi (1992: 15), esensi pendidikan Islam tidak hanya mencakup wawasan ilmu akan tetapi juga terimplementasikan dalma pembengtukan moralitas, yang penyampaiannya dilakukan secara bertahap untuk menuju kesempurnaan.(ibid,14). Pendidikan Islam menurut Ahmadi (1987:10) dirumuskan dengan segala usaha untuk mengembangkan fitrah manusia dan sumber daya yang sesuai dengan norma Islam, yang terefleksikan dalam perilaku baik, dalma hubungannya dengan Tuhan, dengan sesame, maupun dengan alam sekitarnya. 

Manusia adalah makhluk homo sosios atau makhluk social, oleh karena itu manusia harus mengadakan interralasi dan interaksi dengan sesamanya dalam kehidupan. Kecrdasan emosional berperan dalam membesarkan membesarkan dan mendidikan peserta didik, tentunya Pendidikan Islam disini mempunyai kepentingan secara kolektif bagaimana mengupayakan agar manusia dapat mewujudkan peranan nilai-nilai ketaqwaan dan akhlak.

 

Implikasi Konsep Kecerdasan Emosional dalam Pendidikan Islam 

 Impilkasi yang ditimbulkan memengaruhi penyesuaian pribadi dengan social sesoranag, hal tersebut bisa berubah manakala mapu memanage emosi yang berada pada dirinya , menambah rasa nilkmat pengalaman sehari-hari. Dalam masyarakat modern khususnya , telah terjadi perubahan-perubahan. 

 Kecerdasan emosional memberi dampak yang tidak sedikit bagi dunia Pendidikan Islam, bahwa keterlibatan kajian agama sangat mungkin terkait dengan kajian kecerdasan emotional. Seorang muslim dituntut untuk dapat menguasai emosinya karena merupakan bentuk komunikasi diri dan social. Pendidikan Islam harus mendapat perhatian agar keberhasilan dapat tercapai

Ukuran keberhasilan Kecerdasan Emosional dalam Pendidikan Islam

Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Pendidikan Islam

 Kajian-kajian yang ditawarkan lebih cenderung membahas bagaimana kesadaran diri ditekankan, pengaturan diri agar dapat menangani emosi sehingga berdampak positif. Dari adanya kesadaran dan pengaturan diri akan menumbuhakan motivasi sehingga dapat menggunakan Hasrat yang paling dalam dan membantu mengambil inisiatif dan bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi.

 Pembahasan kesadaran dan mengatur diri sendiri jarang sekali dikaji dan dikaitkan dengan agama, biar bagaimanapun landasan serta konsep telah banyak dibahas.lebih-lebih kalau keterkaitannya sengan pendidikan Islam.

 Pembahasan mengenai emosional dari antar pribadi, empati merupakan langkah awal memahami emosi ornaglain agar dapat merasaka, menumbuhkan hubungan saling percaya. Kajian antar pribadu yang meliputi empati ada kajian yang mungkin disengaaja tidak disnadingkan dengan ajaran Tuhannya. Kalau dalam Islam “Hablum Minannas” daripada menyentuh “Hablum Minalah-Nya.”

Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Obyek Pendidikan Islam

 Kesadaran emosional yang turut menekankan pada kesadaran diri serta hidup, hal ini sangat sepadan dengan sasaran pendidikan Islam yang teridentifikasi dari sumber ajaran

Al-Qur’an. Sisi yang kurang dibahas adalah penekanan yang terfokus pada dimensi horizontal kehidupann manusia. Sehingga penanganan pada aspek kesadaran pada TuhanNya kurang dan bahkan tidak dikaitkan.

Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Tujuan Pendidikan Islam

 Konsep kecerdasan emosional dan konsep Pendidikan Islam memiliki garis yang bersinggungan dan saling menunujang. Jadi jelas, pendekatan kajian emosi yang diramu dalam konsep ajaran Islam turut mrnopang keberhasilan dalam Pendidikan Islam.

 

Kesimpulan 

 Konsep kecerdasan emosional dalam pendidikan emosional tidak dipadukan dengan konsep agama yang sebenarnya saling memperkuat. Bekal emosi ini menuntun manusia untuk dapat mengemban dalam kehdupan diri dan social, sehingga terjadilah eprubahan di dalam kehidupan pribadi sebagai makhluk individu dan social (QS. Al Hujarat, 49:13). Keterkaitan konsep dengan Pendidikan Islam terlihat jelas pada tingkatan hubungan diri dan antar manusia, tetapi tidak dipungkiri juga bahwa konsep kecerdasan emosional memiliki kekurnagan terhadap hal yang berkaitan dengan Tuhan Yang Maha Esa.