SHIFATUL INSAN
(SIFAT-SIFAT MANUSIA)
Manusia adalah makhluk hidup yang terbentuk dari banyak sifat yang membentuknya, secara umum sifat manusia terbagi dalam 2 kelompok besar yaitu sifat kebaikan dan sifat keburukan. Kedua sifat ini selalu menyertai manusia dalam kehidupan manusia yang akan membawa manusia kedalam kebenaran ataupun kesesatan, kebahagiaan atau kesedihan. Sifat manusia sangat ditentukan oleh intensitas dan efektivitas usahanya dalam melakukan tadzkiyatun nafs. Mengapa? Karena tidak dapat dipungkiri bahwa manusia diciptakan dengan membawa dua potensi yang berseberangan. Allah telah mengilhamkan ke dalam jiwanya yaitu fujur /dosa dan ketakwaan. Dalam dua jalan tersebut tentunya tidak terlepas dari jalan kebaikan dan keburukan yang pastinya akan berakhir pada kesuksesan atau kerugian, semoga dari sifat sifat yang timbul selalu berorientasi kepada penyucian jiwa Oleh karena itu manusia ditutut untuk bisa mensucikan jiwanya karena dengan kesucian jiwanya manusia akan mencapai kepada kesuksesan dunia dan akhirat.
1. Jiwa Manusia Diberi Dua Jalan
1.1 Jalan benar (takwa): Membersihkan jiwa
a. Definisis takwa (membersihkan jiwa )
Menurut Ibnu Qayyim berkata, “Hakikat takwa adalah menaati Allah atas dasar iman dan ihtisab, baik terhadap perkara yang diperintahkan atau pun perkara yang dilarang. Oleh karena itu, seseorang melakukan perintah itu karena imannya, yang diperintahkan-Nya disertai dengan pembenaran terhadap janji-jani-Nya. Dengan imannya itu pula, ia meninggalkan yang dilarang Allah dan takut terhadap ancaman-Nya.
Berikut ini merupakansifat sifat manusia yang dikelompokan kedalam kelompok orang orang yang menyucikan jiwa.
1.1.1. Banyak Bersyukur (syakur).
Bersyukur adalah suatu perbuatan yang bertujuan untuk berterima kasih atas segala limpahan nikmat yang telah Allah SWT berikan.Hal ini tiada lain karena kita menyadari bahwa seluruh kenikmatan yang dirasakan selama ini adalah berasal dari Allah Ta’ala.
1.1.2. Bersabar (Shabur).
Sebelumnya sudah disebutkan bahwa ada dua sikap yang tidak bisa lepas dari kehidupan seorang mu’min, yaitu syukur dan sabar.
1.1.3. Berhati Lembut (Awwah).
Dalam berbagai riwayat lain yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim disebutkan bahwa al-awwah artinya: sangat lembut hatinya lagi banyak berdoa, penyayang, mempunyai keyakinan, orang yang beriman lagi banyak bertaubat, orang yang suka bertasbih (shalat), orang yang memelihara diri, yakni seseorang yang berbuat dosa secara sembunyi-sembunyi, lalu ia bertobat dari dosanya itu dengan sembunyi-sembunyi pula.
1.1.4. Kasih Sayang (Rahiimun)
Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
1.1.5. Suka taubat (Awwab)
Manusia adalah makhluk yang lemah. Mereka -tanpa kecuali-seringkali berbuat khilaf dan salah. Namun di dalam ajaran Islam, orang yang baik itu bukanlah orang yang tidak pernah berbuat khilaf dan salah; akan tetapi menurut Islam orang yang baik itu adalah orang yang jika terlanjur berbuat salah ia segera bertaubat kepada Allah Ta’ala.
1.1.7. Selalu bersikap Jujur ( Shadiqun)
1.1.8. Terpercaya (Aminun )
Yakni dapat diandalkan karena jujur dan tidak suka berbuat curang atau menipu. Sifat ini adalah sifat para rasul.
1.1.9. Akan memperoleh keberuntungan
Orang-orang yang senantiasa mensucikan jiwanya maka allah akan memberikan keberuntungan yang sangat besar karena dirinya telah berbuat kebaikan dan senantiasa menjauhi sesuatu yang dilarangnya.
2.1. Jalan Salah (Fujur): Mengotori Jiwa
a. Definisi fujur (mengotori jiwa )
Menurut kamus besar bahasa indonesia Fujur memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga fujur dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda yang dibendakan.
2.1.1. Memperturutkan sifat Tergesa-Gesa (‘Ajulan).
Di dalam Al-Qur’anul Karim wa Tafsiruhu disebutkan bahwa yang dimaksud manusia itu mempunyai sifat tergesa-gesa yaitu apabila ia menginginkan sesuatu sesuai dengan kehendak hatinya, maka tertutuplah pikirannya untuk menilai apa yang diinginkannya itu, apakah bermanfaat bagi dirinya, ataukah merugikan.
2.1.2. Berkeluh kesah
Manusia suka berkeluh kesah ketika mendapatkan musibah seperti kemiskinan, sakit, hilangnya sesuatu yang dicintai baik harta, istri maupun anak dan tidak menyikapinya dengan sikap sabar dan ridha kepada taqdir Allah.
2.1.3 Tidak Mau Berbuat Baik (Kikir)
Manakala manusia selalu terpaut hatinya kepada dunia dimana orientasi hidupnya adalah kesenangan materi, maka pastilah mereka akan selalu berlomba-lomba mengejar perbendaharaan dunia untuk berbangga diri dan bermegah-megahan.
2.1.4. Kufur
Kufur artinya mengingkari atau menduakan allah.
2.1.5 Pendebat
2.1.6. Pembantah
2.1.7. Zalim
2.1.7. Jahil
Dari sifat sifat tersebut dapat diarik kesimpulan bahwa sesuatu yang sifatnya baik maka nantinya akan membawa manusia kedalam sebuah kesuksesan atau keberhasikan menjadi seorang hamba dimuka bumi. ini tetapi jikalau manusia memiliki jalan yang buruk maka konsekuensinya manusia tersebut akan mengalami kerugian yang sagat besar karena telah mengotori jiwa yang seharusnya disucikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar